SlideShow

1

Menyambangi sang Dewi (Mt Rinjani 3726 Mdpl) part 1


Semua ini berawal dari mimpi,,,,

Ya,mimpi yang terus gw pelihara sejak akhir 2007,, hingga akhirnya bisa gw wujudkan kemaren, 5 september 2011. Mimpi yang semakin menguat, setelah mendengar berbagai cerita dan melihat dokumentasi kawan-kawan yang sudah diberi kesempatan untuk pergi kesana, seakan ingin meledakkan keinginan gw untuk menyambangi surganya para pendaki, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia,Gunung Rinjani.



Berawal dari usaha gw untuk meracuni teman-teman terdekat agar bisa pergi kesana bersama-sama, tapi selalu gagal dengan alasan waktu, biaya serta bermacam-macam alasan lainnya. Hingga akhirnya, gw coba melontarkan ajakan kepada teman-teman di BPC Jabodetabek, ketika trip ke Bromo-Madakaripura-Sempu 1-5 juni 2011. Malam itu,dibawah indahnya langit sempu (*kok jadi romantis gini yak?? :p), gw coba menawarkan ajakan ke beberapa teman, tapi sebagian besar jawaban yang keluar hampir sama, yaitu “gila lo, itu kan pas lebaran, emang gw gak punya orangtua??, nggak ah” atau “gw gak mau jd anak durhaka ah, masa lebaran-lebaran ngetrip?? Skip deh,,”. Ya, mayoritas dari teman-teman menolak ajakan gw. Sampai akhirnya om Jimmy nanya ke gw….. “berangkat tgl berapa?? / tanggal 31 agustus yuk om / gw berangkat za,,”. Haaaah, senang akhirnya bisa dapet temen buat pergi kesana ^-^.



Kabar burung pun tersiar di grup BPC Jabodetabek, banyak yang mulai nanya ke gw,,,”mw berangkat kapan?? Gak bisa diundur??klo diundur gw ikut deh,,,,”. Sayangnya gw gak punya waktu libur yang banyak lagi seperti libur lebaran ini, jadi gw tetepin untuk berangkat tgl 31 agustus 2011. Akhirnya setelah banyak temen yang minat untuk ikut menyambangi sang dewi, satrio, reza dan afri yang beruntung untuk bisa berkunjung menemui sang dewi menemani gw dan jimmy.


Persiapan pun dimulai, mulai dari ngumpulin perlengkapan sampe logistik apa aja yang mau dibawa untuk dapat bertahan disana. Kumpul-kumpul pun diadakan biar lebih afdol ngobrolin persiapan perjalanan kali ini. Dan dengan mendatangkan narasumber yang semangat banget mendukung perjalanan tim kita kali ini, Ojan, pertemuan terakhir pun diadakan di Taman Kuliner, Kalimalang, Jumat 26 Agustus 2011. Setelah banyak mendengar cerita dan masukan-masukan dari narasumber, dan tiket KA Bengawan sudah ditangan, kita pun semakin gak sabar nunggu tanggal 31 datang,berkumpul di stasiun tanah abang dan memulai perjalanan menemui sang dewi.

31Agustus 2011,,,,
Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H,Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Bathin,,,,*lho??. Ya, hari ini lebaran, meski ada beberapa saudara kita yang merayakannya kemarin, 30 Agustus 2011 tapi karena pemerintah menetapkan tgl 31 ini sebagai 1 syawal 1432 H,sebagai warga negara yang baik mah ikut aja,,,:p. Setelah bersilaturahmi ketetangga-tetangga, ziarah ke makam ibunda tercinta, dan ke kampung halaman dicondet, gw berangkat ke stasiun jatinegara diantar oleh jawir (thanks bro..:D). Di Jatinegara gw ketemu sama satrio beserta 2 temannya, dan afri yang datang dengan pakaian lengkap, carryl di punggung dan tentengan logistik yang sudah tidak bisa dimasukkin lagi ke carryl nya :hammer. Kita bertiga + 2 temennya satrio naek KRL menuju stasiun tanah abang.

Jam 17.20 kita sampai di st. tanah abang terus langsung menuju ke peron dimana KA Bengawan itu berada, karena denger-denger KA bengawan itu sudah standby dari jam 7 pagi, tidak seperti hari-hari biasanya yang kereta itu baru datang beberapa saat sebelum keberangkatannya. Disini kita gak beli tiket lagi, karena tiket KA Bengawan udah dibeliin sama afri sejak seminggu sebelum keberangkatan (35000/org). Di stasiun kita ketemu reza yang ternyata tadi 1 KRL sama kita,cuma beda gerbong aja. Setelah pemeriksaan karcis sebelum kita turun ke peron,kita langsung menuju ke KA bengawan dengan harapan masih bisa dapat tempat duduk, dan ternyata setelah masuk ke gerbong kereta itu,,jeng jeng,,,udah penuh :hammer. Malah sebagian penumpang ada yang bilang, “saya dari jam 11 mas disini biar dapat tempat duduk”. Dalam hati gw, gak sekalian aja sholat ied di kereta biar dapat tempat duduk :ngakak. Setelah tau kita gak dapet tempat duduk, kitapun coba nyari tempat buat naro lemari-lemari dan kulkas-kulkas kita (a.k.a carryl). Setelah lemari serta kulkas kita selesai diselip-selipin di kolong tempat duduk, kita pun coba mencari udara segar di luar kereta sambil nungguin narasumber kita yang katanya mau dateng untuk melepas keberangkatan kita. Salut deh buat Ojan, yang antusias banget ngebantu kita untuk masalah yang satu ini :thumbup.

Jam 17.50 akhirnya narasumber kita menampakkan batang hidungnya. Dan kita pun memulai obrolan kita sambil menunggu keberangkatan kereta  dengan ditemani 2 gelas kopi dan beberapa batang rokok. Selang beberapa waktu, kita harus masuk dulu ke gerbong kereta karena ada pemeriksaan karcis, tapi setelah karcis diperiksa kita pun keluar kereta lagi untuk melanjutkan obrolan dengan ojan yang masih setia menunggu keberangkatan kita.

@st tanah abang

Jam19.35 KA bengawan pun mulai menggerakkan roda-roda besinya untuk meninggalkan st tanah abang. Kondisi di dalam gerbong pun tak jauh berbeda dari hari-hari biasanya, gak seperti yang gw bayangin kalo hari ini masih dalam suasana mudik lebaran. Syukurlah pikir gw, pengelolaan penumpang kereta tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Di perjalanan pun kereta gak banyak berhenti seperti biasanya, hanya di stasiun-stasiun tertentu saja berhenti dan tidak banyak mengalah juga kepada kereta-kereta lain yang levelnya diatas kereta ini. Seperti yang kita tau, kereta-kereta ekonomi di Indonesia kan dikenal sebagai kereta yang “penyabar”, karena selalu mengalah dan memberi jalan kepada kereta –kereta lain yang levelnya lebih tinggi :p.

1September ,,,,,
Jam 05.30 akhirnya KA bengawan menjejakkan roda-roda besi nya di st lempuyangan, Jogja. Kita pun bergegas menyiapkan carryl dan turun dari kereta ini.


@st Lempuyangan



Seperti biasa, tempat yang pertama dicari adalah…”TOILET” :p. setelah selesai b.a.k dan cuci muka, gw pun langsung menuju loket pembelian karcis untuk mengantri dan membeli tiket KA sri tanjung jurusan banyuwangi. Selagi gw dan afri mengantri, reza dan satrio pun cari makan untuk mengisi perut yang dari kemaren sore belum diisi. Loket dibuka jam 07.05, antrian gw tiba, beli tiket (35000/org) dan langsung menuju ke gerbong kereta sri tanjung untuk mencari tempat duduk. Setelahsatrio dan reza datang, gantian gw dan afri yang cari makan, lumayan masih ada waktu kurang lebih setengah jam sebelum keberangkatan. Abis makan langsung masuk ke gerbong, duduk rapih dan jam 07.30 pun KA sri tanjung berangkat meninggalkan st lempuyangan.

Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk mengisi waktu perjalanan di kereta yang kita tau bakal panjang ini. mulai dari makan kue-kue lebaran yang dibawa afri, baca koran, maen kartu, tidur, ngobrol, tidur, maen kartu lagi, ngobrol lagi, ngemil kue lagi, tidur lagi,,,,,:hammer.



onta yang kecapean

Sampe akhirnya sri tanjung tiba di st banyuwangi jam 00.25. Sekali lagi tempat yang dituju pertama adalah TOILET :p. keluar dari stasiun jimmy sudah menunggu diwarung-warung kecil yang ada di depan stasiun. Di sini juga kita ketemu sama donny, dia juga mau ke rinjani tapi mampir dulu ke tempat temennya di denpasar, kita pun bareng sampe denpasar. Ketemu jimmy, makan mie dan ngopi-ngopi sebentar langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke pelabuhan ketapang. Dalam perjalanan ke pelabuhan kita sempet mampir dulu ke indom*rt buat beli cemilan-cemilan yang dirasa perlu buat mengisi waktu di perjalanan nanti.

2September,,,,,,,,
Gak nyampe15 menit, kita pun tiba di pelabuhan ketapang. Beli tiket kapal (6000/org),naek ke kapal langsung cari spot yang enak buat maen kartu,,,,:p. Bener- bener menolong deh emang nih kartu buat mengisi waktu dan membunuh kejenuhan selama perjalanan:ngakak. Jam 01.50 kapal ferry pun mulai perlahan meninggalkan pelabuhan ketapang. Selama di perjalanan, satrio dan reza pun nyoba nyari-nyari kali aja ada truk yang bisa ditumpangin sampe ke pelabuhan padang bai, tapi kita kurang beruntung kali ini. Sempet ditawarin sama calo buat naek bis jurusan sumbawa sampe padang bai 150 ribu include makan 1 kali. Huaaaa, gak deh bang, lw pikir gw bocah yang bisa diboongin apa? Ucap gw. Akhirnya tuh calo pun pergi dengan sedikit kesal :p. penyeberangan kali ini cukup lama, biasanya cuma menghabiskan waktu 45 menit-an, kali ini menghabiskan waktu 1 jam lebih sedikit.

Jam 03.05 kapal bersandar di pelabuhan gilimanuk. It’s Bali, 1 jam lebih cepat dari Waktu Indonesia bagian Barat. Jadi mulai sekarang kita pakai Waktu Indonesiabagian TengAh. Jam 04.05, kita pun berjalan keluar pelabuhan setelah di cek KTP, KK, Akte Kelahiran,NEM & Ijazah SD, SMP, SMA,,,:ngakak. Kita pun langsung disambut calo dan digiring ke terminal kecil yang berada di luar pelabuhan, masih sepi banget di terminal itu, maklum masih pagi-pagi buta gini,tapi calo masih standby aja nungguin mangsa-mangsanya :hammer. Setelah nego harga dan masuk akal (45000/org) akhirnya kita putusin buat naek bis kecil jurusan padangbai itu. Angkut carryl, cari posisi dan,,, tidur. Jam 04.25 bis berangkat meninggalkan terminal kecil di gilimanuk itu.

@terminal kecil gilimanuk
  
Jam 08.05 bis sampe di terminal ubung, denpasar. Disini kita pisah sama donny yang mau mampir dulu ke tempat temennya di denpasar. Gw yang di perjalanan tadi nahan buang air kecil langsung turun nyari toilet, begitupun satrio. Bis ngetem di terminal sekitar 30 menit-an, jam 08.30 pun bis melanjutkan perjalanan lagi ke pelabuhan padangbai. Jam 10.45 kita pun sampai di pelabuhan padangbai.

Pelabuhan Padang Bai


Masuk ke pelabuhan, beli tiket (36000/org) dan sebagian dari kita coba menyegarkan diri dengan mandi di kamar mandi yang tersedia. Kita pun ketinggalan kapal yang menyeberang jam 11 siang :nohope. Karena gak mau ketinggalan untuk yang kedua kalinya, setelah semua selesai mandi, kecuali reza :p, kita pun segera menuju ke KMP Nusa Sakti, kapal yang akan kita tumpangi untuk menyeberang ke pelabuhan Lembar, Lombok.

Jam12.10 KMP Nusa Sakti pun perlahan meninggalkan pelabuhan padangbai. Kembali kita harus menghadapi perjalanan yang cukup menjenuhkan di kapal ini. berbagai kegiatan pun coba dilakukan, makan, maen kartu, foto-foto, ngobrol, sampe akhirnya semua tertidur dengan lelap :p.
mengisi waktu luang :p


Gw pun akhirnya dibangunin sama afri dan satrio, “bentar lagi nyampe“ kata mereka. Jam 16.25 akhirnya KMP Nusa sakti merapat di pelabuhan Lembar. Keluar pelabuhan lembar kita pun disambut oleh calo-calo yang berkeliaran menunggu mangsa. Awalnya kita gak mau perduli sama calo-calo itu, apalagi sampe nego, tapi karena gw tau kita udah kesorean sampe di lembar ini, mau gak mau kita coba tanggepin  salah satu calo itu. Harga yang pertama diatawarin 20000 sampe terminal mandalika, mataram. Tanpa banyak omong langsung aja ditinggal sama kita-kita jalan keluar area pelabuhan, “masih ada barang yang mau dicari” ucap gw sambil berlalu ninggalin tuh calo. Tapi belum jauh kita berjalan, orang yang tadi nego sama kita langsung bawa mobilnya terus nyamperin kita. “mau nyari apa lagi bang? Saya anterin deh” tawarnya.60000/org, harga yang pertama dia tawarin ke kita. Setelah nego-nego akhirnyadia mau juga dengan harga 40000/org dari lembar sampe ke aikmel + dianterin nyari barang dan logistik kita yang kurang. Kesepakatan awalnya kita deal dengan harga 40rb itu naek mobil dia (carry) sampe terminal mandalika, terus dioper ke engkel (elf) yang ke aikmel. Tapi karena berhubung sudah sore, dan dia juga udah sempet nganterin kita ke supermarket dan mal di mataram buat nyari gas dan logistik yang kurang, dia takut kalo nanti kita gak dianterin sampe ke aikmel sama sopir engkel nya. Alhasil, dia pun minta naek harga jadi275rb atau 55rb/org nya sampe aikmel, yo wis lah pikir gw, dan yang lain pun setuju dengan harga segitu.

Jam19.20 kita pun tiba di aikmel, coba-coba nyari engkel atau pickup kali aja masih ada yang mau ke sembalun ternyata gak ada. Ada yang nawarin mau nganterin kita sampe sembalun malem itu juga tapi dengan harga 50rb /org, skip……besok pagi aja deh, malem ini istirahat dulu di aikmel. kita pun langsung menuju masjid terdekat buat sholat isya dan beristirahat disana. Selesai sholat kita pun bergantian cari makan untuk mengisi perut yang lagi-lagi belum diisi semenjak tadi siang. Gw sama reza pergi duluan, yang lain coba packing ulang dan nungguin barang-barang di masjid. Setelah gw dan reza selesai, gantian satrio, jimmy dan afri yang pergi beli makan dan beli logistik yang kurang. Setelah semua kembali, coba bagi-bagi barang bawaan, packing ulang dan its time forsleep,coz tomorrow rinjani waiting for us ^-^.

3September,,,,,
Jam 03.15 gw kebangun, jimmy dan reza lagi ngobrol, sepertinya mereka gak tidur. Karena gw gak bisa tidur lagi, gw pun coba kembali merapihkan kembali bawaan gw. Waktu shubuh tiba, kita semua shubuhan dulu sebelum berangkat menuju sembalun. Selesai sholat shubuh, kita pun meninggalkan masjid Jami Al Mutaqien, terima kasih ya Allah, rumah-Mu memang selalu memberikan kesejukan disaat cuaca panas,kehangatan disaat cuaca dingin dan selalu memberikan perlindungan bagi hamba-Mu.


Kita pun menunggu angkutan yang menuju ke sembalun di aikmel. Saat itu masih sepi,belum ada penumpang lain selain kita berlima. Sopir pickup pun menghampiri kita, “ke sembalun lawang kan” tanya dia. “iye, berapa bang?” jawab gw. “kalo nungguin angkutan umum bisa kesiangan nanti sampe disananya, 30rb deh per orang, berangkat sekarang nih” ucapnya. Kita pun berunding dan memutuskan deal dengan harga segitu (30000/org), dengan pertimbangan gak beda jauh sama itinerary kita, kita juga cuma berlima dan takut kesiangan juga sampe disembalun nya. Jam 05.20 kita berlima pun naek pickup menuju ke sembalun lawang.

pickup menuju sembalun

Treknya cukup naik turun, dan kita pun disuguhkan pemandangan yang indah ketika menyaksikan sunrise saat memasuki desa sembalun, subhanallah :matabelo.
Jam 07.20 kita pun tiba di RIC Sembalun, satrio dan afri mengurus registrasi, gak lama dan gak ribet juga. Kelar registrasi kita pun cari sarapan di dekat situ, karena gak mau telat, kita pun mesen mie rebus di warung deket pintu masuk sembalun. Tapi apa yang terjadi, ternyata mie nya gak direbus,,Cuma diseduh dengan air panas (*kayaknya ibu-ibu yang jualan dulunya anak kos nih ‘). Selesai sarapan kita pun berdoa dan start pendakian.

Jam08.00 teng, kita start pendakian dari pintu sembalun. Teriknya matahari sudah sangat terasa pagi itu. Jalanan yang agak berdebu pun cukup menganggu perjalanan kita.

sebelum start trekking


Jam 10.50 dengan perlahan tapi pasti kita pun sampai di pos 1.

pos 1

Dipos 1 kita istirahat, ngemil, foto-foto sebentar, dan terjadilah kecelakaan kecil disini. Gara-gara apel yang coba kita cicipi, pisau itu pun tak sengaja mengiris jari kelingking gw. Haaaaahhh , ada-ada aja dah ah,pikir gw. Setelah diberikan pengobatan dan diplester oleh dokter satrio, darah yang tadinya cukup mengalir deras pun kini sudah berhenti. Yosh, siap melanjutkan perjalanan.

Jam11.23 kita melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Treknya masih mudah untuk dilalui. Alhasil gak sampai satu jam kita sudah tiba di pos 2.


bule-bule yg ngaso di pos II



Jam11.55 kita tiba di pos 2. Di pos 2 ini kita gak terlalu lama istirahat, Cuma ngemil dan ngambil persediaan air di sumber air. Agak sedikit kotor memang,tapi lumayanlah :D.

Jam12.30 kita mulai jalan meninggalkan pos 2 menuju pos 3.

Jam14.15 kita sampe di pos bayangan, satu pos sebelum pos 3. Disini kita masak & makan mie, minum cereal buat ngisi tenaga yang udah lumayan terkuras dan tentunya buat persiapan melewati bukit penyiksaan :army.



pos bayangan sebelum pos 3

Jam 15.05 start meninggalkan pos bayangan menuju pelawangan sembalun. Pos 3 kita lewatin aja karena tadi kita sudah cukup istirahat di pos bayangan. Akhirnya ketemu juga kita sama yang namanya bukit penyiksaan. Pertama-tama sih gak terlalu ekstrem, tapi lama-kelamaan maksa kita buat di gigi 1 dan pinter-pinter maenin persneling terus. Tanjakannya gak abis-abis. Di balik punggungan bukit masih ada bukit lagi, udah dilewatin masih ada lagi, haduuuh kondisi fisik yang semakin menurun ditambah dengan beban di pundak yang overload, pengen gw buang-buangin aja rasanya nih isi carryl :nohope.


sedikit lagi plawangan sembalun


Tapi gw tau kita gak boleh berhenti sampai disini, kita masih harus terus semangat demi menemui sang dewi. Dan dengan ketabahan serta perjuangan, akhirnya gw dan jimmy sampai duluan di pelawangan sembalun.

Jam 18.35 gw dan jimmy jadi yang pertama sampai di pelawangan sembalun diantara anggota tim yang lain. Gak lama kemudian afri, satrio dan reza pun menyusul kami sampai di pelawangan sembalun. Tadinya kita mau mencari lapak buat diriin tenda lebih agak ke kiri lagi, di tempat biasa pendaki lain mendirikan tenda,tapi karena kondisi kita sudah terkuras habis, dan reza yang udah ngedrop,akhirnya kita putuskan buat diriin tenda gak jauh dari situ. Setelah mendirikan tenda, kita pun langsung masak buat makan malam kita malam ini. Gak pake lama,kelar makan kita pun langsung tidur buat ngembaliin stamina kita yang udah terkuras habis hari ini. Awalnya, kita berencana buat summit malam ini, tapi melihat kondisi tim yang udah pada ngedrop, akhirnya kita putuskan buat menunda rencana summit kita malam ini.

4September,,,,,,
Jam 05.15 gw bangun dan keluar tenda sambil nunggu sunrise. Dari pelawangan sembalun ini pun view untuk menyaksikan sunrise cukup indah, apalagi kita juga bisa melihat segara anakan dengan gunung baru jari nya. Jimmy dan afri pun pergi menuju ke sumber air buat mengisi persediaan air kita. Sementara gw dan satrio coba masak buat sarapan pagi ini. Selesai masak, kita makan sambil menghadap kesegara anak, beuuuhh, makan mie goreng pake bakso aja nikmatnya,,,, subhanallah,gak bisa dilukiskan dengan kata-kata deh pokoknya.


sarapan di plawangan sembalun



Kelar makan kita packing, dan memindahkan tenda ke posisi lebih ke atas lagi, biar lebih deket ke sumber air dan ke puncak.

Jam 10.15 kita sampai di tempat yang lebih tinggi dan lebih deket ke puncak, diriin tenda, masukin tenda dan berangkat buat summit siang ini. Tapi, ternyata kita masih belum diizinkan untuk pergi ke puncak siang ini, kabut yang datang menyelimuti puncak sang dewi membuat jarak pandang gak lebih dari 5 meter, inipun membuat kami harus menunda lagi rencana summit kami. Setelah berundingakhirnya kita sepakat untuk menunda summit attack menjadi dinihari nanti. Its mean, kita masih punya waktu siang ini untuk istirahat dan santai :D. kita pun kembali memindahkan tenda kita ke tempat yang lebih dekat dengan sumber air dan puncak. Sambil menunggu summit dinihari nanti, berbagai kegiatan pun kami lakukan untuk mengisi waktu luang kami ini. mulai dari maen kartu, tidur,ngobrol ngobrol dengan tetangga tenda sebelah, makan, sampe ada yang rela jadi tukang pijit buat ngisi waktu luangnya,,,:p.

sebelum summit dipijit dulu,,,;p


SekitarJam 20.00, setelah kita semua makan malam, kita putuskan untuk beristirahat lebih cepat, karena kita punya rencana summit malam nanti. 



to be continued.........
0

Mengunjungi eyang Merbabu part 2

lanjutan dari part 1,,,,,

Minggu 10 Juli,,,,,,,,,
“wey,,bangun bangun,,,katanya mw ngejar sunrise di puncak” gaktau siapa yang ngomong, melek dikit, terus tidur lagi. Tapi gak lama kemudian ditereakin lagi. Akhirnya dengan susah payah, gw paksa untuk membuka mata ini, what!! Jam setengah 5 ??!! ,,buru2 bangun, nyeduh segelas energ*n dan siap2 buat ke puncak, walaupun agak sedikit telat. Yang laen pun bangun and siap2 berangkat, Cuma bang wahyu aja yang gak ikut and lanjutin tidurnya lagi. Sebelum berangkat gak lupa kita berdoa, yosh!! Berangkaaaaaat!. Keadaan di sekitar yang masih gelap gulita dan dingin yang menusuk ga menyurutkan semangat kita, gw khususnya untuk mencapai puncak. Mungkin ini yang gak pernah bisa dimengerti oleh mereka yang bukan pencinta alam, atau yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya berada di titik tertinggi dari suatu daerah. “Ngapain sih cape-cape,,dingin-dingin pergi ke gunung?? mendingan juga di rumah, enak bisa santai-santai” omongan seperti itu udah biasa gw dan mungkin temen2 gw yang lain dengar. Mereka belum pernah merasakan bagaimana takjubnya, bahagianya menyaksikan indahnya ciptaan Allah secara langsung dan begitu dekat. Gak ada kata lain yang mampu keluar dari mulut ini selain “subhanallah”. Mentari pun menampakkan dirinya perlahan –lahan, gw baru sampai di pemancar saat itu. Sambil menunggu temen-temen yang lain, gw , ate, chimoy dan tegek yang udah sampe duluan disitu, seakan gak mau ketinggalan senyum sang mentari pun langsung mengabadikan momen tersebut.

Biru nya langit dan warna oranye yang dipancarkan sang mentari berpadu dengan putihnya awan, ahh sungguh perpaduan warna yang indah pikirku. Walau gw udah disapa sang mentari sebelum sampai di puncak, gw gak terlalu menyesal, karena gw masih bisa menyaksikan sapaan hangat sang mentari dari tempat yang cukup ideal. Setelah mentari perlahan beranjak meninggi, kita pun melanjutkan perjalanan. Track yang curam, berbatu dan berdebu terus menghantui perjalanan kita. “ayo,,sedikit lagi,,sedikit lagi puncak” kata-kata itu yang selalu gw ucapkan di dalam hati gw, agar diri ini tetap selalu bersemangat dan melupakan sejenak detak jantung yang berdegup kencang, keringat yang membasahi kening gw, dan nafas yang sudah berantakan. Dengan semangat yang terus gw pelihara di diri gw, sampai juga gw di pertigaan setelah jembatan setan *gak tau namanya -_-“. Disitu ada salah satu panitia yang menjaga, untuk memberi tahu peserta, “kalo puncak kenteng songo ke kanan , kalo puncak syarif itu mas (ke kiri) keliatan kok dari sini” ucapnya. Gw lalu bertanya ke chimoy, agri dewa dan galih, “kita kemana nih? Kenteng songo aja yuk, masa udah jauh-jauh gak dapet puncak yang tertingginya,,,”ucap gw. Mereka pun akhirnya setuju, kita menuju puncak kenteng songo yang masih harus ditempuh kurang lebih 20 menit lagi dari persimpangan tersebut.

Dengan trek yang cukup menantang, gw berlima pun jalan perlahan-lahan sampe akhirnya tiba di puncak kenteng songo. Di puncak itu ada bebatuan yang konon katanya berjumlah songo (9), tapi orang biasa Cuma bisa ngeliat 6 aja, 3 batu lainnya hanya bisa dilihat oleh orang2 pinter aja. *berarti gw bego dong gak bisa ngeliat yang 3 lagi?? :hammer. Ah udahlah percaya aja pikir gw, orang udah sejarah nya begitu,,:p. Disitu gw nyari-nyari batu atau apalah bentuknya, yang menunjukkan bahwa itu udah puncak dari gunung merbabu, tapi kok gak ada ya??. Trus gw coba jalan agak ke kanan lagi, ke puncak yang satu nya lagi, disitu gw baru nemu tugu batu bertuliskan “puncak Merbabu 3142 Mdpl”. *belakangan gw baru tau klo ini yang namanya puncak triangulasi,,,:hammer.


Sambil nunggu chimoy, dewa, dan galih nyampe, gw dan agri foto-foto pemandangan sekitar, khususnya eyang Merapi, yang menampakkan kegagahan nya tanpa terhalang apapun, subhanallah. Setelah chimoy, dewa dan galih sampe, kita ganti2an mengambil foto berlatar belakang eyang Merapi. Kebetulan disitu ada 3 nihonjin yang juga sedang mendaki merbabu, so gw adakan sedikit conversation dengan mereka,,hehehee.


Setelah puas foto2 kita pun langsung turun kembali ke bawah, gw sama chimoy yang duluan melipir ke bawah. Track yang dipenuhi debu dan bebatuan kecil membuat kita harus hati-hati dalm melangkah turun, buktinya chimoy berapa kali maen perosotan,,,*uppss,,sorry bro :p.


setelah 15 menit gw berdua pun tiba di pertigaan setelah jembatan setan *masih belum tau apa namanya??. Disitu udah ada ate, tegek, desti, julia and eca yang tadi lebih memilih ke puncak syarif (karena lebih dekat mungkin). Gak lama gw istirahat, ate dan yang lain pun ngajakin turun kembali ke pos 2, tempat kita ngecamp. Dengan tenaga yang sudah 50% dan tenggorokan yang kering, pelan tapi pasti gw dan yang lain ngetrek ke pos ke 2. Alhamdulillah, gw, chimoy dan ate nyampe duluan di tenda. Disitu gw langsung masuk ke dalam tenda, coba packing dikit-dikit, sementara ate, chimoy and tegek menyiapkan makanan buat makan siang nya anak-anak. Sayur asem, chicken nugget, sosis goreng dan banyak menu lainnya terasa sangat spesial saat itu. Memang makanan apapun kalau masaknya di gunung itu terasa berbeda, gak enak pun pasti disikat. Gak ngerti apa emang suasana kebersamaan nya yang mendukung atau emang lagi pada kelaperan?? Hahahaha.

Selesai makan siang, gw dan yang lain pun packing bawaannya masing-masing. Semua rapi, berdoa dan mulai trekking meninggalkan eyang merbabu dengan segala ceritanya. Alhamdulillah, gak ada hambatan berarti dalam perjalanan turun.

Cuma dengkul gw mulai terasa nyeri saat mendekati pos ke-2. Setiap kali ditekuk rasanya ngilu banget. Kayaknya baut nya udah mulai kendor, sayang gw gak bawa kunci pas,,hehehe. Tapi semangat gw yang masih tersisa terus gw pelihara untuk segera sampai di pos pendaftaran, biar gak kelamaan pikir gw. Dan mungkin tipe gw yang gak suka berlama-lama dalam penderitaan, jadi semua rintangan gw hadapi biar gw segera keluar dari penderitaan ini *dramatis banget yak?? Hahahaha. Dengan penuh perjuangan dan sedikit pemaksaan kepada dengkul gw, akhirnya gw tiba juga di pos pendaftaran, alhamdulillah ucap gw. Langsung taro carrier, selonjoran dan santai sambil nunggu ate , chimoy dan yang lain yang masih dalam perjalanan turun. Satu persatu temen gw pun akhirnya sampe di pos pendaftaran. Sebagian ada yang ganti kostum, cuci muka dan cewek-cewek ada yang nyempetin mandi pula :hammer. Sementara Dewa, tinton dan galih bergantian nungguin pengumuman siapa yang dapet doorprize, yah berharap dikit boleh lah, biar pulang ke jakarta ada oleh-oleh nya :p. Tapi setelah ditungguin ampe selesai pengundiannya, yang beruntung dari kelompok kita cuma si chimoy aja, dia dapet rain cover buat daypack. Sudahlah, emang belum rejeki gw dan temen yang laen kali, pikir gw. Sekitar jam 5, truk yang akan membawa kita ke Taman Lele pun tiba, truk yang sama yang membawa kita dari stasiun poncol ke pos pendaftaran Merbabu ini. “mudah-mudahan gak mogok lagi” sindir teman-teman pendaki lain yang sempet beberapa kali harus turun dari truk karena truk nya mogok pas tanjakan. Di atas truk pun gw langsung tidur, karena gw tau masih butuh waktu sekitar 2 jam an lagi buat sampe di taman lele. Ternyata bener, setelah beberapa kali bangun, tidur, bangun terus tidur lagi, kita semua sampe di Taman Lele sekitar jam setengah 9 an. Turun langsung nyari makanan, karena jujur perut gw udah keroncongan dari di atas truk tadi. Tukang Nasi goreng yang beruntung malam itu, gw, chimoy, ate, bang wahyu, agri dan tegek memilih nasi goreng sebagai menu makanan kita malam itu (padahal sih emang gak ada pilihan laen :hammer). Sementara yang laen memilih makan bakso di warung sebelah tukang nasi goreng mangkal. Kelar makan, kita langsung naek ke bus yang daritadi sebenernya udah nungguin kelompok kita yang lagi makan,hahaha emang special banget deh nih kelompok,,mulai dari mau berangkat naek,,turun ninggalin pos ke-2 sampe mw naek bus pulang ke jakarta pun selalu ditungguin,,,:p.
Naek ke bis, dapet tempat duduk, ngobrol2 sebentar sama agri yang duduk di sebelah gw, dan bang amin sama david yang duduk di belakang gw terus ……tidur :D. gw tau walaupun badan ini gak terlalu cape, tapi tubuh ini bener2 butuh istirahat, karena besok gw harus tetep kerja dan ngajar sampe jam 8 malem,,,berat memang, tapi ini semua tanggung jawab gw sebagai karyawan yang profesional :p. sempet bangun jam setengah 4 pagi pengen kencing tapi toilet bus dipake buat naro kulkas sama lemari nya anak-anak, terpaksa kudu ditahan sampe pemberhentian terdekat. Ditunggu tunggu kok gak berhenti-berhenti, ahh tidur lagi aja deh. Akhirnya bus berhenti di rest area setelah masuk tol cikampek. Buru-buru turun terus nyari toilet,,,”sseeerrrrr” ahhhh lega :p. Chimoy, bang wahyu dan beberapa temen yang lain pun menyempatkan membuang “air” yang gw yakin sudah cukup lama tertahan selama di bis,,:p. setelah semuanya kelar kita pun kembali naik bis lagi, melanjutkan perjalanan menuju kp. Rambutan. Baru merem nih mata, tapi dari belakang bang amin udah nepok-nepok bahu gw, “bangun,,bangun,,udah sampe “ katanya. Alhamdulillah akhirnya sampe juga di kp rambutan. Jam setengah 11 waktu itu. Gw pun langsung ambil carrier gw dan berpamitan sama yang lain untuk buru-buru pulang, karena gw harus tetep masuk kantor hari ini. langsung cari angkot, sampe rumah sekitar jam 11, mandi, makan, nyantai sambil beli es kelapa muda yang tadi gw beli di jalan, berangkatttt!!
Walaupun sedikit cape, tapi kegagahan eyang merbabu membuat gw selalu bersemangat agar terlihat gagah seperti yang ditunjukkannya. ^-^
0

Mengunjungi eyang Merbabu part 1



bismillahirrohmanirrohim,,,,,
sorry agak sedikit telat nih share tentang perjalanan gw ke Gn.Merbabu 9-10 juli kemarin. tanpa banyak basa basi, langsung aja,,,,,,check this out ^-^.

Jumat, 8 Juli 2011…..
Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dana ammatana wailaihinnusyuur,,,,,mata ini terbuka harus lebih cepat dari biasanya,,jam stengah 7,,(biasanya jam setengah 8 baru bangun :hammer), karena hari ini gw harus berangkat lebih pagi ke kantor, gak bawa motor, naek angkot karena ntar sore gw langsung berangkat ke stasiun senen, kumpul bareng temen-temen lainnya yang ikut Pendakian Massal Gunung Merbabu. Jam 07.30 gw berangkat ke kantor dengan carrier di punggung, sampe kantor jam 09.10, langsung nitip carrier di tempat fotokopian di depan kantor (biar orang kantor gak tau :p), baru masuk ke kantor. Jam 17.05 keluar kantor, nemuin chimoy yang kebetulan baru aja nyampe di indomar*t di deket kantor, rencananya kita mw bareng ke stasiun senen. Setelah selesai ganti baju, gw berdua berangkat ke stasiun senen naek busway dari kp.melayu (biar bisa ngeliat yang bening-bening dulu,pikir gw,,,:p). Jam 18.10 kita nyampe di stasiun senen, lebih cepet dari yang gw kira. Karena yang lain juga masih OTW, gw berdua pun ngisi perut dulu di warung nasi padang di deket stasiun sambil nunggu yang laen.
Jam 19.05, hp es*a gw bunyi, ternyata ate calling…..
Ate : lw dimana?
Gw : masih di warung makan, lw dimana?
Ate : gw udah nyampe di stasiun nih, di depan loket lintas selatan, lw disebelah mananya sih?
Gw : gw di deket parkiran mobilnya, kalo dari arah lw gw di sebelah kanannya,,,,kalo nggak gw yang kesana deh, tunggu situ ya….
Ate : oke sip…
(kurang lebih percakapannya kayak gitu,,kalo kurang nya saya mohon maaf,,,kalo lebih tolong kembaliin ya…:p)
Setelah ketemu ate di depan loket lintas selatan, ternyata ate disitu udah sama chimot, coordinator wilayah Jakarta. Disitupun udah ada + 10 orang pendaki lain yang udah datang, kelar bertegur sapa dan berjabat tangan, gw, chimoy ama ate, nunggu yang laen datang sambil ngobrol2 n ngupi J. Satu persatu rekan pendaki pun berdatangan, termasuk yang nantinya bakal sekelompok ama gw dalam pendakian kali ini, bang wahyu, desti, dan Julia. Jam 21.15 kita pun masuk ke stasiun nunggu kedatangan KA Tawang Jaya, menuju ke stasiun semarang poncol. Kereta datang, gw dan rekan yang lain pun masuk satu persatu ke gerbong satu, Alhamdulillah kita sebagian besar kedapetan tiket dengan tempat duduk. Setelah masuk kedalam gerbong, gw langsung cari dan nempatin tempat duduk gw, suatu hal yang “mewah” buat gw yang kalo ngetrip bareng anak2 BPC, udah biasa duduk di lantai dengan posisi melintang kaki masuk ke kolong tempat duduk …:p. Jam setengah 10 lebih dikit,kereta pun beranjak meninggalkan stasiun senen,,toot toot gujlek gujlek (kalo kata yangga sih gitu bunyi nya,,,hehehe). Setelah atur posisi carrier yang memakan waktu cukup lama(karena di satu gerbong itu, + 40 orang diantaranya peserta Pendakian Massal Gunung Merbabu) akhirnya gw bisa dengan tenang mencoba untuk tidur, tapi karena di deket gw kebetulan ada rekan pendaki laen yang gak kebagian duduk, berbagi tempat lah gw sama dia. Yoko ,rekan asal dari cikarang yang ikut Penmas kali ini bareng temennya bang amin dan david. Mungkin karena hobi yang sama, obrolan gw sama mereka pun langsung nyambung, sampe-sampe ngantuk gw ilang begitu aja,,,apalagi bang amin, lucu gitu deh orangnya,,:p.
Sabtu, 9 Juli 2011…..
Jam 09.00 akhirnya Tawang Jaya sampai di stasiun Semarang Poncol. Toilet adalah tempat yang pertama gw cari setelah turun dari kereta :p. Abis cuci muka, gw berdua sama ate keluar stasiun dan ketemu tegek, rekan satu kelompok gw yang udah nunggu di depan stasiun sama rekan yang lain.


Karena truk yang bakal jemput kita baru datang jam 10.00, gw pun langsung cari tempat makan di luar stasiun bareng sama ate. Nasi pecel, gorengan 3 sama es the manis cukup membuat perut ini tenang, setelah semaleman cuma diisi angin . Jam 10 lebih dikit, truk yang jemput pun datang dan akan membawa kita ke base camp wekas. Kurang lebih 2 jam perjalanan truk pun berhenti di sebuah pom bensin,yang gw pun gak tau di daerah mana nya.

Di situ kita sholat dzuhur dulu sambil nunggu truk yang mengangkut rombongan lain yang datang satu persatu dari berbagai daerah di sekitaran jawa tengah dan jawa timur. Setelah sholat dzuhur dan semua truk berkumpul di situ, kita pun langsung melanjutkan perjalanan menuju base camp wekas. Di perjalanan menuju base camp wekas, gw sama rekan yang lain sempet beberapa kali turun dari truk karena trek yang menanjak dan muatan yang kayaknya melebihi kapasiotas dari truk itu. Jam 16.30 akhirnya kita pun tiba di base camp wekas.

Siap-siap, packing ulang, bagi2 bawaan,,and daftar ulang,,sialnya kita keabisan konsumsi dan harus nunggu nasinya mateng dulu,,,-_-‘. Ini yang buat kelompok gw jalan terakhir dari base camp, ketinggalan dari kelompok2 lain. Setelah dapet konsumsi, kita makan dengan tenang (walaupun panitia super duper berisik,,”pada kelompok yang belum jalan diharapkan segera memulai pendakian” kalimat itu yang berulang kali diucapkan panitia dengan TOAnya). “bodo amat” kata anak anak, salah siapa kita baru dibagiin konsumsi sekarang. Kelar makan, minum kita langsung berdoa dulu sebelum memulai pendakian. Yosh !! jam 17.20 kita mulai berangkat memulai pendakian kali ini, eyang Merbabu kami datang !!.

gak lama kita jalan jarum jam sudah hampir menunjukkan jam 6, “maghrib sebentar lagi nih, nge-rest dulu lah, sambil nunggu maghrib “ kata ate. Setelah suara adzan terdengar, kita pun mulai bergantian melaksanakan kewajiban manusia walau di tengah pendakian dan harus dengan tayamum pula J. Setelah semua kelar melakukan sholat maghrib, kita pun melanjutkan perjalanan menuju camping ground di pos 2. Perjalanan malam itu dihiasi oleh bintang-bintang yang bertaburan di langit. Ya,,mungkin karena karakter gunung2 di jawa tengah yang hutannya tidak terlalu lebat seperti kebanyakan gunung di jawa barat memungkinkan kita untuk melihat indahnya bintang2 di langit tanpa terhalang oleh pepohonan. Setelah sempat nge-rest beberapa kali, akhirnya kita sampai di pos 2, camping ground. Tegek lalu pergi mencari lapak buat kita gelar tenda. “ada noh disono, cukup buat 3 tenda kok” ucap tegek menghampiri anak-anak. Bergegaslah kita ke tempat itu sebelum ditempati oleh pendaki lain.
Bongkar carrier masing-masing,,sebagian ada yang diriin tenda, keluarin alat masak, logistik, masak dan makaaaaaaan. Kelar makan, gak pake lama-lama lagi, langsung istirahat karena besok rencana nya jam 3 pagi kita harus bergegas ke puncak buat summit attack. Tapi apa daya, karena dingin nya suhu di sekitar membuat kita, khususnya gw gak bisa tidur, menggigil abissss.

.......istirahat dulu ya,,,___________:rest
0

First Experience : Mt. FUJI Part 2

tanpa banyak basa-basi,,,,,kita sambung cerita sebelumnya.....:ngacir:

Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan jam 8:15 malam ketika itu. Bergegaslah kami untuk segera start trekking sampai puncak dari gunung yang disebut-sebut sebagai identitas negeri Jepang, gunung yang terindah di Jepang, Gunung Fuji. Pada awalnya kita berjalan mendaki berderetan, berbarengan tak terputus, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti, maju tak gentar, halo-halo bandung, 17 agustus, dari sabang sampai merauke dan lagu-lagu nasional lainnya kami bersemangat sekali malangkahkan kaki kami untuk segera mencapai puncak. Lagu-lagu nasional yang kami nyanyikan tersebut seakan membakar semangat kami, dan kami pun ingin menunjukkan bahwa kami adalah pemuda – pemudi Indonesia, yang sedang berjuang di tanah rantau dengan membawa nama baik bangsa di pundak kami.

Setelah 4 pos kami lewati, kami pun mulai terpisah-pisah. Ini disebabkan oleh kondisi fisik kami yang berbeda-beda. Yang masih memiliki stamina terus melanjutkan perjalanan, sementara yang sudah cukup lelah pun merebahkan sedikit tubuhnya, meluruskan kakinya untuk beristirahat sejenak. Kondisi gw saat itu masih fit, jadi gw rasa gw harus terus melanjutkan perjalanan, karena gw ingin segera sampai di puncak. Tapi setelah beberapa pos kemudian, gw pun mulai merasakan kelelahan, merasakan kekurangan oksigen karena kadar oksigen pun semakin menipis, dan suhu ketika itu semakin dingin. Gw putuskan untuk beristirahat sejenak saat itu. Lalu bang roni, prengki, dan dedi pun memutuskan untuk ikut beristirahat saat itu.

Setelah bersitirahat kurang lebih 15 menit, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Tapi memang dasar, gw bareng dengan orang yang salah pikir gw. Gimana nggak, kita terus merokok sepanjang perjalanan, makan apel yang dibawa bang ron, terus bercanda sepanjang perjalanan, dan mungkin karena ukuran tubuh mereka yang agak sedikit besar, jadi mungkin mereka lebih mudah lelah. Setiap melihat pos, kita pun berencana untuk istirahat disitu. Wah, gak nyampe nyampe kalo gini caranya pikir gw, hahahaha, tapi karena gw enjoy bareng mereka, maka gw putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan bareng mereka. Karena dedi gak sabar untuk segera sampai puncak, akhirnya dia memutuskan untuk duluan menyusul teman-teman lain yang sudah ada di depan kami. Akhirnya, walaupun dengan langkah gontai tak terarah,,,(lebayyy), gw bertiga pun sampai di puncak Gunung Fuji. Jam menunjukkan pukul 01:30 saat itu. Alhamdulillah.



Kami pun langsung mencari teman-teman kami yang lain yang sudah tiba di puncak terlebih dahulu. Seteal bertemu dengan beberapa teman lain yang sudah sampai di puncak, kami pun beristirahat sejenak sambil bercerita tentang perjalanan kami masing-masing tadi. Dan gw dapet info, kalau ternyata orang yang pertama kali sampai puncak itu adalah Nina, satu-satunya teman seperjalanan kami yang wanita. Dia sampai di puncak jam 12:15 dinihari. Lebih awal 75 menit dari gw. Sugoiiiii, kata pertama yang keluar dari mulut gw tentang cewek satu ini. Memang semenjak kenal di Indonesia pun gw tau dia bukan tipe cewek yang menyusahkan, tipe cewek fighter dan kuat trekking pastinya. Berikut adalah penampakannya, hehehehe.


Setelah merasa cukup beristirahat, gw mengeluarkan tenda dari carryl gw untuk didirikan. Gw pun mengajak budi dan eko buat ngediriin tenda yang gw bawa. Sementara bang ron, dan prengki ngebantu si agung buat diriin tenda yang dia bawa. Setelah tenda selesai didirikan, gw, eko, budi dan habib langsung masuk tenda untuk istirahat sejenak sambil nunggu sunrise pagi ini. Pengennya sih bisa tidur, tapi suhu dinihari itu bener-bener menusuk , gak tau deh berapa derajat itu. Yang ada gw cuma bisa nunggu sambil ngobrol2 di dalam tenda.

Setelah jam menunjukkan pukul 03:45, nina pun mengajak gw dan teman yang lain untuk nyari spot yang pas buat liat sunrise pagi ini. Bergegaslah gw mencari tempat yang lebih tinggi lagi, tempat yang pas buat liat indahnya sunrise pagi ini. setelah sampai di tempat yang gw rasa udah cukup pas untuk menyaksikan datang nya sang mentari pagi, gw pun duduk sabar menunggu terbitnya sang mentari. Di sini pun ternyata udah ada, tito, said dan babeh yang kayaknya udah dari tadi stay di tempat ini. alunan musik dari Netral-Terbang Tenggelam, Funky Kopral-bagian yang hilang dan Opick-Astaghfirullah menemani gw untuk tetap sabar menyaksikan terbitnya sang mentari, yang siap mencerahkan seluruh isi bumi setiap harinya. Sementara di sisi yang lain, eko, nina, said dan tito pun sibuk foto-foto mengabadikan momen menjelang sunrise tersebut. Nina pun memanggil-manggil, “za sini atuh, kita poto-poto heula” dengan logat sunda nya yang masih kental sekali, walaupun sudah hampir 2tahun tinggal di negeri sakura ini. cukup males sebenernya, karena tadinya gw pengen menikmati momen tersebut dengan kesendirian, mensyukuri semua nikmat yang telah gw terima, menyadari bahwa Allah itu maha besar, Allah maha segala-galanya, membuka hati gw untuk semakin sadar bahwa gw dan manusia lainnya itu hanya makhluk yang kecil, yang tidak pantas untuk bersombong diri. Tapi, karena suara nina yang semakin melengking,,mau gak mau gw pun beranjak untuk sekedar take 1-5 foto supaya nina gak bawel lagi,,,hehehehe.

Setelah sesi foto-foto selesai, gw kembali lagi ke tempat duduk gw kembali sabar menunggu momen yang dinantikan. Akhirnya sedikit demi sedikit lagit di ufuk timur pun berubah warna, dari yang tadinya gelap sekarang mulai berganti berwarna oranye, dan ketika itu pas sekali alunan musik di HP gw sedang memainkan lagu Opick-Astaghfirullah, dan SUBHANALLAH, entah datang dari mana rasa ini, seakan tubuh gemetar, mendengar alunan musik dan melihat fenomena yang tepat di hadapan gw. Saat itu seakan diri ini menyadari betul, bahwa diri ini telah berlumuran dosa, diri ini hanya mementingkan dunia, diri ini bukanlah siapa-siapa di dunia yang fana. Tak terasa, air mata pun menetes ketika semakin gw sadari segala kesalahan gw di masa lalu, dan anehnya gw pun menikmati saat saat itu, walau gw masih coba mengontrol emosi gw, karena di situ juga masih ada nina, eko dan yang lainnya, malu juga kalo sampe keliatan nangis,,^-^.




Alunan suara Opick yang sengaja gw puter berulang kali terus menemani gw, sampai sang mentari sudah berada di posisi yang cukup tinggi. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 5 saat itu. Maklum, saat itu sudah masuk musim panas, jadi jam 5 aja matahari udah cukup tinggi posisinya. Bergegaslah gw turun ke tempat tenda gw didirikan. Temen-temen gw yang tidak ikut menyaksikan sunrise pun sudah terbangun, macam bang ron, prengki, angga, habib dan lainnya. Mulailah gw merapikan tenda, dan barang-barang lainnya.



Setelah tenda telah dirapikan, gw pun mulai mengeluarkan kompor, alat-alat masak, dan kelengkapan logistik lainnya. Pertama, masak air buat seduh mie instan, kedua, masak air lagi, kali ini buat kopi, karena pagi itu akan terasa kurang indah jika tidak ditemani oleh secangkir kopi. ^-^. Setelah perut ini cukup terganjal dengan sarapan mie instan (yang agak kurang mateng kayaknya..:D), dan secangkir kopi sambil ngobrol-ngobrol, kita pun mulai berpencaran ke segala arah, mencari background yang mantap buat foto-foto. Sambil membawa bendera kebanggaan tentunya,,merah putih. Akhirnya dapet juga 1 spot yang cukup baguslah buat mengibarkan bendera tercinta.


Setelah berhasil mengibarkan bendera di puncak Fuji ini, gw pun kembali bergabung dengan rekan yang lain untuk foto-foto bersama, khususnya sesama alumni SMK Negeri 26 PEMBANGUNAN Jakarta.

Abis puas berfoto-foto dan merapihkan semua perlengkapan, gw dan rekan-rekan yang lain mulai bersiap-siap untuk turun gunung (kyk pendekar silat aja,,,:D). soalnya kita jg gak mau berlama-lama di puncak ini, kenapa?? Suerr,panas banget,,mataharinya berasa nyengat banget. Jam tangan menunjukkan pukul 08.00 pagi kala itu. Dan gw baru tau sekarang, kenapa anak-anak lebih milih naik ke puncak ketika malam hari, karena ketika gw liat trek turun ke bawah,,*><%#$@)(<<)liat sendiri aja deh ^-^,


Keren sih emang, tapi kalo kondisi nya udah kayak gini, cape, cuaca panas, gak sempet tidur pula dari semalem, “kalo ada kereta / shinkansen yang langsung bisa turun ke bawah, mendingan gw naek itu dah”,,sempet terlintas di pikiran gw. Tapi, bagaimanapun gw sudah naek,,berarti gw juga harus bisa turun..hahahaha. sedikit demi sedikit, dengan tenaga yang tersisa, gw coba meranjak turun, walau langkah kaki ini berat terasa, ditambah isi carryl yang terasa 2kali lebih berat daripada waktu berangkat (untungnya di tengah perjalanan teman-teman mau bergantian untuk membawa carryl itu). Tapi satu hal yang membuat gw tetep semangat, kebersamaan. Ya, tawa canda, senda gurau dari teman-teman yang membuat perjalanan ini terasa ringan. Apalagi ketika kita akhirnya bertemu dengan amink(bukan artis ya, tapi ini amink temen gw…hahahaha). Temen gw yang baru pengen naek ke puncak. Usut punya usut, ternyata semalem dia bermalam di salah satu pos, karena sudah tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan. Masuk angin katanya.

Oke, setelah cukup puas menertawakan fenomena alam ini, gw bersama beberapa teman pun melanjutkan perjalanan turun ke bawah. Karena beberapa teman yang lain mau menunggu amink untuk sejenak ke puncak dan merasakan hawa di puncak Gunung Fuji. Sambil melanjutkan perjalanan, kita pun tak lupa untuk sekedar mengabadikan momen di tempat-tempat yang menurut kita bagus untuk dijadikan background.

Perlahan demi perlahan, setapak demi setapak, kita langkahkan kaki ini bersama, akhirnya kita sampai juga di pos terakhir . Di ketinggian 2400m. Memang, gw agak sedikit ketinggalan saat itu, temen-temen barengan gw udah sampe di tempat itu terlebih dahulu. Karena sebenernya gw masih pengen menghabiskan waktu di perjalanan itu sedikit lebih lama, menikmatinya.

Gw pun langsung istirahat sambil menunggu teman-teman yang masih “nyangkut” di atas. Setelah kurang lebih 2jam, teman-teman kita pun akhirnya menampakkan dirinya satu persatu. Walaupun tidak sempat bertemu semuanya, karena sebagian ada yang sudah terlebih dahulu pulang ke tempat tinggalnya, kita pun lalu beranjak pergi meninggalkan gunung yang disebut terindah di Jepang ini. kita pun kembali naik bus dengan tujuan yang sama ketika kita berangkat kemarin, menuju St.Fujinomiya. kali ini suasananya berbeda dengan saat kita berangkat kemarin, tak ada lagi wajah-wajah ceria, yang ada hanya tampan-tampang lemas yang masih terbangun, sebagian ada yang tertidur, bahkan ada yang terdengar suara dengkurannya (sebutin gak ya siapa….???hahahaha). sesampainya di St.Fujinomiya, kita pun berpencar menuju tempat peristirahatan kita masing-masing. Kebetulan saat itu, gw dan beberapa teman lainnya sudah ditunggu oleh teman-teman yang lain, yang tidak ikut trekking ke Gunung Fuji kali ini, di Fukuroi, karena kita akan melakukan sparing partner sepakbola ketika itu.

Akhirnya selesai sudah perjalanan yang sangat berkesan bagi gw, bukan hanya karena gw lewatkan bersama dengan teman-teman terbaik, tapi ini juga merupakan kali pertama gw naik gunung, tapi udah langsung merasakan kekejaman gunung Fuji. ^-^.

“semoga perjalanan kali ini bisa memberikan hikmah bagi diriku”, hanya itu yang terucap di hatiku ketika perjalanan pulang.